Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

INFORMASI PENDAFTARAN






INFORMASI PENERIMAAN  SANTRI BARU
PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA

VISI
Menjadikan pesantren yang unggul dalam ilmu agama, akhlaqul karimah, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dalam kerangka aqidah ahlussunnah wal jama’ah.

Sistem Pendidikan

Pendidikan dan pengajaran
Sistem pembelajaran di Pondok Pesantren ini menggunakan sistem bandungan dan sorogan. Karena keterbatasan waktu dan tenaga pengajar (Ustadz), maka beberapa mata kaji dilaksanakan dengan sistem bandungan. Sedangkan untuk al Qur’an setiap santri diwajibkan untuk setoran minimal 3 kali dalam sepekan.
Pembelajaran rutin yang diselenggarakan setiap harinya dilaksanakan pada setiap ba’da Sholat Shubuh, Ashar, Maghrib, dan ‘Isya. 

Materi kajian
Adapun materi yang dikaji meliputi Al-Qur`an, Hadits, Tafsir, Akhlak, Fiqih, Tajwid, Tarikh, dan Ilmu Alat (Nahwu & Shorof)

Kegiatan ekstrakulikuler
Pembelajaran seni musik islami (Hadroh)

Visi dan Misi

Visi 
Menjadi pesantren yang unggul dalam ilmu agama, akhlakul karimah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dalam kerangka aqidah ahlussunnah wal jama’ah.
Misi 
Mencetak generasi bangsa yang cerdas dan memiliki ilmu pengetahuan agama yang luas.
Mengembangkan sikap kemandirian, sikap hidup sederhana, dan peran serta aktif dalam masyarakat.
Menciptakan suasana belajar mengajar yang harmonis dan kekeluargaan.
Mendidik santri agar menjadi generasi yang Qur’ani.


Sejarah Pondok Pesantren



Pondok Pesantren Fathul Huda didirikan oleh KH. Ahmad Moeghofir (Alm.) pada tahun 1978 dengan jumlah santri hanya 4 orang. Pada awal pendiriannya pondok ini hanya berupa bangunan musholla dari sebidang tanah wakaf dari Ibu Hj. Fathimah (Alm.) yang digunakan untuk jamaah sholat dan setiap sore digunakan untuk mengaji anak-anak. Tidak ada santri yang mukim.
Pada tahun 1988 pesantren ini bisa membeli tanah di sebelah Utara musholla yang kemudian dipakai untuk madrasah. Kian hari kian banyak anak-anak yang mengaji di situ. Setiap sorenya madrasah ini ramai dengan anak-anak usia TK-SD/MI yang jumlahnya berkisar 40 orang. Sedangkan untuk remaja, pengajian hanya 1 kali seminggu, ba’da Maghrib malam Ahad. Namun masih bersifat santri kalong.
Sambil berjalan pesantren ini berhasil mengumpulkan dana dari para donatur sehingga pada tahun 1995 berhasil diresmikan asrama untuk santri putra berlantai dua oleh Bp. Djoko Sudantoko (Bupati Banyumas saat itu).
Hingga saat ini Pondok Pesantren telah berkembang dengan jumlah santri sekitar 55 orang. Santri Putra 26 orang dan putri 29 orang. Jumlah tersebut terdiri dari siswa SMP/sederajat, siswa SMA/sederajat yang berada dekat dengan lokasi pondok, mahasiswa.
Setelah wafatnya KH. Drs. Ahmad Moeghofir pada 10 Februari tahun 2003, kepemimpinan diteruskan oleh Ibu Nyai Hj. Munjiyah Moeghofir hingga beliau berpulang ke rahmatullah pada 8 Agustus tahun 2012 silam. Kemudian kepemimpinan diteruskan oleh putra kedua yaitu KH. Drs. Rachmat Burhani dan putri ketiga Tri Rachmijati, S.Ag., M.Pd. dengan dibantu oleh 11 orang ustadz/ustadzah.